Berita


BELAJAR MELIHAT DENGAN HATI

Untuk Anak didikku

 

Sesering apa kita mengucap kalimat ini? Kucing itu mencuri ikan, tapi kita lupa, kita juga sering mencuri telor dari ayam. Bedanya kita tidak pernah menyebutkan diri kita mencuri, karena kita merasa berhak. 

Begitulah anak anakku awal mula bullying terjadi. 

Seorang pembully biasanya merasa dirinya lebih berhak, merasa lebih cantik, lebih kaya, lebih pinter, dan lebih senior. Karena merasa berhak inilah, ia merasa boleh mengejek, boleh mengolok, dan boleh memberi julukan yang menyakitkan. 

Seperti nyamuk yang tidak merasa menyakiti, begitulah pembully ia tidak sadar bahwa yang ia lakukan itu menyakiti, ia menganggap itu cuma celoteh biasa, "bercanda".padahal bagi korban, itu adalah bekas luka yang tidak bisa disembuhkan bertahun tahun. 

Apa yang menurutmu sepele dan lucu, bisa jadi itu ujian yang sangat berat bagi temanmu, maka jangan pernah meremehkan perasaan orang lain. 

Anak didik ku

Jika kalian pernah mengejek teman karena fisiknya, karena logat bicaranya, karena pekerjaan orang tuanya, berhentilah anakku!!! Sebab kalian sedang menjadi orang yang " Merasa berhak " itu. 

Lihatlah contoh yang paling nyata yang bisa kita lihat setiap hari. hujan, air yg sama,langit yang sama tapi nilai dan makna dari hujan itu berbeda. mungkin bagi petani akan tersenyum bahagia, berkah baginya, mungkin bagi penjual es krim hujan adalah ujian. 

Padahal hujan yang sama, langit yang sama, air yang sama, yang berbeda hanyalah sudut pandang dan keadaan orang yang menerima. 

Begitulah hidup , anak anakku

Satu kejadian dan keadaan yang sama bisa bermakna berbeda bagi orang lain.

Anak didik ku

Jika hari ini kamu sebagai salah satu korban bullying, ingatlah, hujan akan reda, kamu tidak sehina dan sekotor seperti yang mereka cerita. 

jika hari ini kamu pernah menjadi pelaku, masih ada waktu untuk memperbaiki diri, jadilah teman yang menggunakan mulutnya untuk saling memotivasi. Jadilah anak yang bijak, jangan hanya pinter dipelajaran, tapi juga harus pinter dalam melihat keadaan dan hidup orang lain.

 Berhentilah menjadi orang yang merasa paling berhak, karena dihadapan Tuhan kita semua sama, kita semua sedang belajar menjadi manusia yang lebih baik. STOP BULLYING, ORANG BIJAK TIDAK MENYAKITI.

Goresan pena : bu juraida guru mapel bahasa Indonesia

Kontak

Alamat :

Jalan Tanah Lapang , Tanjong, Kec. Kembang Tanjung, Kab. Pidie Prov. Aceh

Telepon :

085361926192

Email :

smankbtanjong@gmail.com

Website :

sman1kembangtanjong.sch.id

Media Sosial :

PENGUMUMAN UN

PPDB ONLINE

Berita Terbaru

LOGO SEKOLAH